Penyelenggaraan Pendidikan

Penyelenggaraan program pendidikan pada Program Diploma dilakukan secara sistem Paket dengan beban pendidikan dihitung dalam satuan kredit semester (sks).

 

  1. Pengertian
    1. Sistem Paket adalah suatu sistem penyelenggaraan program pendidikan dengan beban studi mahasiswa per semester dalam satuan kredit, dengan lama waktu untuk menyelesaikan beban tersebut dalam satu semester.
    2. Semester adalah satuan waktu kegiatan pendidikan selama 19 minggu, terdiri atas 14 minggu (tatap muka) kegiatan perkuliahan, dua minggu kegiatan ujian tengah semester, satu minggu masa persiapan ujian akhir semester dan dua minggu ujian akhir semester.
    3. Satuan kredit semester (sks) adalah ukuran yang digunakan untuk menyatakan (1) besarnya beban studi mahasiswa, (2) ukuran keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, dan (3) ukuran untuk beban penyelenggaraan pendidikan dalam satu program keahlian.
    4. Satu sks dengan metode kuliah meliputi tiga kegiatan per minggu selama satu semester, dengan perincian selama 50 menit.
      1. Kegiatan tatap muka terjadwal dengan dosen, misalnya kuliah, yang dilakukan selama 50 menit.
      2. Kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi tidak terjadwal tetap direncanakan, misalnya pekerjaan rumah, menyelesaikan soal-soal yang dilakukan selama 60 menit.
      3. Kegiatan mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau untuk tugas akademik lainnya, misalnya dalam bentuk membaca buku-buku referensi yang dilakukan selama 60 menit.
    5. Satu sks dengan metode praktikum, praktik kerja lapangan atau keterampilan profesi, dan magang.
      1. Pratikum : perhitungan beban tugas satu kredit semester untuk kegiatan praktikum di kebun, kolam, kandang, rumah kaca, laboratorium, bengkel kerja (workshop), atau studio, adalah sama dengan beban tugas selama 2 sampai 4 jam (2 sampai 4 kali 50 menit) tiap minggu dalam satu semester.
      2. Praktik kerja lapangan/keterampilan profesi dan magang : perhitungan beban tugasnya adalah satu kredit semester setara dengan 4 sampai 5 jam (4 sampai 5 kali 50 menit) tiap minggu dalam satu semester, atau setara dengan 2/3 bulan ( 16 sampai 17 hari kerja) selama 4 sampai 5 jam tiap hari.
      3. Penyusunan laporan tugas akhir setara dengan 3 sampai 4 jam tiap minggu dalam satu semester atau 4 sampai 5 jam sehari selama 2/3 bulan sampai 17 hari kerja.
    6. Beban Studi mahasiswa Program Diploma 3 berkisar antara 110 – 120 sks.
       
  2. Masa Studi
    1. Waktu studi program diploma 3 ditempuh selama 6 semester dan maksimum 10 semester.
    2. Mahasiswa yang melampaui batas waktu studi maksimumnya dapat dikeluarkan dari IPB oleh Rektor setelah memperhatikan pertimbangan dari Direktur Program Diploma.
    3. Mahasiswa yang belum mencapai batas studi maksimumnya tetapi mempunyai prestasi hasil belajar yang tidak memenuhi syarat, dapat dikeluarkan dari IPB oleh Rektor setelah memperhatikan pertimbangan dari Direktur Program Diploma.
    4. Waktu cuti akademik tidak diperhitungkan dalam penentuan batas waktu studi.
    5. Masa studi dapat diperpanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
    6.   
  3. Perpanjangan Masa Studi
    1. Izin perpanjangan masa studi diberikan oleh Direktur Program Diploma berupa surat Keputusan Direktur kepada mahasiswa untuk menyelesaikan studinya dan waktu perpanjangan studi diberikan kepada seorang mahasiswa selama-lamanya 2 semester, dihitung sejak tanggal berakhirnya masa studi dari masing-masing jenjang program.
    2. Permohonan izin perpanjangan masa studi diajukan oleh mahasiswa selambat-lambatnya satu bulan sebelum masa studinya berakhir.
    3. Tata cara mengajukan permohonan izin perpanjangan masa studi adalah sebagai berikut:
      1. Permohonan diajukan secara tertulis kepada Direktur Program Diploma.
      2. Permohonan tersebut dilampiri format izin permohonan perpanjangan masa studi yang telah diisi lengkap serta surat pernyataan dan rencana kerja penyelesaian studi yang disetujui oleh Pengelola Program Keahlian.
      3. Syarat mahasiswa yang mengajukan izin perpanjangan masa studi adalah mahasiswa terdaftar pada semester berjalan (dengan menunjukkan bukti pembayaran SPP semester berjalan) dan sedang menyelesaikan Tugas Akhir.
    4. Mahasiswa yang telah mendapatkan perpanjangan masa studi dan belum menyelesaikan pendidikannya sampai batas waktu yang ditentukan, dikeluarkan dari IPB yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor, setelah memperhatikan pertimbangan dari Direktur Program Diploma. Kewajiban BOP diatur dalam ketentuan tersendiri.
  4.  
  5. Cuti Akademik
    1. Mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik dengan alasan yang sah
    2. Alasan Cuti Akademik yang dapat diterima antara lain adalah:
      1. faktor kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter
      2. faktor lain yang dapat dipertimbangkan dengan diperkuat surat keterangan atau rekomendasi dari pejabat yang berwenang dan atau orang tua/wali mahasiswa.
    3. Cuti akademik terdiri dari:
      1. Cuti Akademik Terencana bila pengajuan cuti untuk satu tahun akademik dengan alasan yang sah diproses pada semester ganjil tahun akademik berjalan sebelum periode registrasi ulang mahasiswa dan
      2. Cuti Akademik Khusus bila pengajuan cuti disebabkan karena mahasiswa menderita sakit dan atau kecelakaan yang tidak memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Dapat diproses pada semester ganjil atau genap tahun akademik berjalan. Bila terjadi pada semester ganjil, maka mahasiswa harus mengambil cuti 2 semester (ganjil dan genap semester berjalan). Bila terjadi pada semester genap maka cuti hanya untuk semester tersebut.
    4. Mahasiswa yang akan mengambil cuti akademik berkewajiban melakukan pembayaran SPP dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. mahasiswa cuti terencana : 25% dari beban SPP tahun akademik yang berlaku.
      2. mahasiswa cuti khusus : BOP yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali.
    5. e. Tata cara mengajukan permohonan cuti akademik:
      1. Surat permohonan cuti akademik ditujukan kepada Direktur Program Diploma IPB yang harus dilampiri dengan
      2. (1.1.) fotokopi kartu mahasiswa,
        (1.2.) tanda bukti pembayaran SPP:
        mahasiswa cuti terencana : 25% SPP satu tahun akademik cuti
        mahasiswa cuti khusus pada  
        Semester ganjil : Bukti BOP semester Ganjil tahun akademik berjalan dan 25% BOP
        Semester genap
        : Bukti BOP semester Genap tahun akademik berjalan
        (1.3.) daftar prestasi akademik,
        (1.4.) bukti pendukung alasan permohonan cuti akademik, dan
        (1.5.) surat pertimbangan dari Pengelola Program Keahlian.
      3. Permohonan cuti akademik terencana hanya akan dipertimbangkan apabila diajukan selambat-lambatnya satu bulan sebelum perkuliahan berjalan.
    6. Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa oleh Direktur Program Diploma. Bila permohonan cuti akademik dikabulkan maka Kartu Mahasiswa dikembalikan sementara ke Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Direktorat Diploma IPB.
    7. Cuti akademik hanya diberikan paling lama dua semester, dan selama mengikuti pendidikan hanya diberikan satu kali cuti akademik.
    8. Tata cara mengajukan permohonan pengaktifan perkuliahan dari cuti akademik:
      1. mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Program Diploma dengan melampirkan surat izin cuti akademik dan
      2. menunjukan tanda bukti pelunasan SPP semester yang ditanggung.
    9. Surat permohonan aktif kembali diajukan satu bulan sebelum awal semester yang akan berjalan.
    10. Surat cuti akademik dan surat pengaktifan kembali dikeluarkan oleh Direktur Program Diploma dengan tembusan kepada Rektor dan Pengelola Program Keahlian.
    11. Pemberian cuti akademik di luar ketentuan-ketentuan yang disebutkan di atas ditetapkan oleh Direktur Program Diploma dengan memperhatikan hal-hal tertentu.
    12. Sanksi:
      1. Bilamana batas waktu cuti akademik telah habis dan mahasiswa yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan aktif kembali, maka semester atau tahun akademik berikutnya diperhitungkan dalam masa studi dan dikenakan kewajiban membayar SPP penuh. Untuk kasus ini Direktur Program Diploma akan memberikan peringatan tertulis kepada mahasiswa bersangkutan.
      2. Setelah diberi peringatan tertulis, mahasiswa di atas masih juga tidak mengajukan permohonan aktif kembali sampai 2 (dua) semester berikutnya, dinyatakan mengundurkan diri dan hilang haknya sebagai mahasiswa IPB.
    13.  
  6. Pengunduran Diri
    1. Prosedur pengunduran diri mahasiswa adalah dengan menyerahkan Surat pengajuan pengunduran diri yang ditulis oleh mahasiswa yang bersangkutan ditujukan kepada Direktur Program Diploma IPB dengan menguraikan alasan-alasan pengunduran diri, dan melampirkan  :
      • Surat persetujuan dari orang tua/wali atau pemberi beasiswa (BUD, instansi, atau beasiswa lainnya)
      • Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) asli serta kartu keanggotaan lainnya yang terkait dengan status sebagai mahasiswa IPB.
    2. Direktur Program Diploma IPB akan mengeluarkan Surat persetujuan pengunduran diri untuk yang bersangkutan. Surat persetujuan berikut kelengkapannya disampaikan kepada Rektor untuk ditetapkan dengan SK Rektor.
    3. Selama proses penerbitan SK Rektor yang bersangkutan tidak berhak mendapatkan pelayanan administrasi dan akademik serta memanfaatkan fasilitas IPB.
    4. Segala sesuatu yang berkaitan dengan tindakan yang merugikan nama baik seseorang atau kelembagaan setelah dinyatakan keluar dari IPB menjadi tanggung jawab yang bersangkutan.